20 Film Indonesia Pilihan Siap Tayang di Bioskop Keliling

Kamis, 07/03/2013

Jakarta -- Sebanyak 20 film Indonesia telah dipilih Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk ditayangkan di Bioskop Keliling yang akan disebar di berbagai wilayah di Indonesia. Film-film yang mengandung nilai-nilai pendidikan, budaya Indonesia, dan cinta tanah air seperti Petualangan Sherina, Garuda di Dadaku, Laskar Pelangi, Lima Elang, Darah garuda, dan lain-lain telah dibeli hak siarnya untuk ditayangkan di Bioskop Keliling.

Saat ini Bioskop Keliling sedang dalam tahap uji coba dan simulasi sebelum nantinya akan diserahterimakan ke unit pelaksana teknis (UPT) Direktorat Jenderal Kebudayaan (Ditjen Kebudayaan) di seluruh Indonesia. "Nanti setelah dalam tahap uji coba berjalan lancar, akan diserahkan ke UPT Kebudayaan yang ada di daerah," ujar Yayuk Sri Budi Rahayu, kepala Sub Bagian Kerjasama Sekretariat Ditjen Kebudayaan, pada saat simulasi pemutaran film Bioskop Keliling di SMP Negeri 41 Jakarta Selatan, Kamis (8/3/2013).

Dari pengadaan tahun 2012, saat ini Ditjen Kebudayaan telah memiliki 20 unit Bioskop Keliling yang siap melayani masyarakat dengan hiburan yang mendidik. Di tahun 2013 ini direncanakan akan ada pengadaan minimal 40 unit lagi. "Dari spesifikasi teknis pengadaan tahun 2012 akan kita evaluasi, mungkin ada yang bisa dihemat dan diefisienkan agar jumlahnya bisa lebih dari empat puluh," kata Kuat Prihatin, pejabat yang selama ini menangani pengadaan Bioskop Keliling, pada kesempatan tersebut. Bisa jadi jenis proyektornya diganti yang lebih murah, atau menggunakan mobil yang lebih kecil, ujar Kuat.

Diluncurkan Mendikbud

Bioskop Keliling diluncurkan secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, pada tanggal 28 Desember 2012, di halaman kantor Kemdikbud, Senayan Jakarta. Seluruh pejabat eselon I Kemdikbud turut hadir dalam peluncuran tersebut. Mendikbud menyambut gembira kehadiran Bioskop Keliling sebagai sarana memperkuat karakter bangsa.

Mendikbud dalam peluncuran tersebut menyatakan ada empat hal yang menjadi latar belakang mengapa Bioskop Keliling penting sebagai bagian dari layanan pendidikan dan kebudayaan. Pertama, tidak semua anak-anak didik maupun masyarakat Indonesia dapat menikmati produk-produk yang berupa film, dimana film-film tersebut sudah terseleksi baik dari sisi nilai maupun sinematografi. Kedua seiring dengan bergabungnya Ditjen Kebudayaan ke dalam Kementerian Pendidikan Nasional, menjadi tugas Kemdikbud untuk mengembangkan perfilman di Indonesia. Ketiga, Bioskop Keliling dapat diintegrasikan dengan TV Edukasi yang telah dimiliki Kemdikbud. Keempat, Bioskop Keliling ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana mengkomunikasikan kebijakan pendidikan dan kebudayaan kepada masyarakat. (NW)

Keterangan foto : Peluncuran Bioskop Keliling oleh Mendikbud akhir tahun 2012 yang lalu.

Berita dan Opini Terkait Kurikulum 2013