Kemdikbud Sosialisasikan BSM Lewat Radio

Kamis, 20/06/2013

Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 3 FM, menyelenggarakan Talkshow, di studio mini Pusat Informasi dan Humas, Gedung C Kemdikbud, Jakarta, hari ini (19/6). Talkshow ini merupakan bentuk sosialisasi kebijakan Bantuan Siswa Miskin (BSM) 2013.

Sekretariat Direktorat Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Setditjen Dikmen Kemdikbud) Mustagfirin Amin, dalam kesempatan tersebut menjelaskan latar belakang dari kebijakan BSM. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap siswa miskin untuk tetap melanjutkan sekolah pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang tentunya diikuti harga kebutuhan pokok dan biaya pendidikan.

Sebanyak enam pertanyaan diajukan kepada Mustagfirin sebagai narasumber. Salah satu penelepon bernama Dandi, dari Cirebon menanyakan mengenai status penyaluran BSM antara sekolah swasta, dengan negeri. "Bagaimana dengan penyaluran BSM di sekolah swasta? Apakah sama dengan negeri?," tanya Dandi.

Mustagfirin menjawab, tidak ada perbedaan antara penyaluran BSM di sekolah swasta, dengan negeri."Sepanjang di sekolah itu ada siswa miskin yang layak mendapat BSM, maka itu akan disalurkan," terang pejabat eselon dua ini. 

Mustagfirin menjelaskan skema formulir usulan sekolah (FUS) bagi siswa miskin yang layak mendapat BSM namum tidak kebagian Kartu Penerima BSM dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). "Nanti, siswa yang layak mendapat BSM tapi tidak memiliki kartu, harus mengisi FUS, kemudian sekolah mengajukan ke Kemdikbud," terang Mustagfirin kepada penyiar radio RRI Pro 3 FM Rani Indira.

Di akhir acara, Mustagfirin menghimbau kerjasama masyarakat, dan pihak sekolah untuk mengarahkan siswa miskin untuk terus bersekolah dengan BSM. "Ayo, ingatkan adik-adik kita yang miskin untuk bersekolah, yang belum punya kartu, untuk diusulkan ke sekolah," himbaunya.(GG)

Berita dan Opini Terkait Kurikulum 2013