100 Calon Penyuluh Budaya Non PNS Jalani Pembekalan

Senin, 19/11/2012

Bogor --- Setelah melalui berbagai seleksi sejak September lalu, sebanyak 100 calon penyuluh budaya non PNS yang lolos seleksi mulai mengikuti pembekalan untuk terjun ke lapangan. Mereka akan menjalani pembekalan teknis dan non teknis. Ke 100 orang penyuluh ini sampai pada pembekalan ini karena telah mengalahkan 623 pendaftar lainnya dalam seleksi.

Pembekalan yang digawangi oleh Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud ini dilaksanakan di dua tempat. Pembekalan non teknis dilakukan pada 18-22 November 2012 di Bogor, Jawa Barat, sedang pembekalan teknis akan dilakukan di Jakarta 22-24 November 2012.

Kegiatan pembekalan penyuluh budaya non PNS dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti, Minggu (18/11) malam. Setelah dibuka, 100 calon penyuluh budaya non PNS ini akan dibekali dengan berbagai materi, seperti sosioantropologis dan komunikasi sosial berbasis budaya, pembekalan orientasi sosial budaya secara umum di daerah, motivasi dan pengembangan diri, wawasan kebangsaan dan bela negara, kepemimpinan, tugas dan tanggung jawab pamong budaya.

Menurut Wamendikbud Wiendu, program penyuluh budaya non PNS ini bertujuan untuk melihat perkembangan budaya dari bawah (masyarakat). Para penyuluh ini akan menjadi garda depan perpanjangan tangan pemerintah dalam melihat dampak kebijakan dan program pemerintah bagi masyarakat.

"Kita ingin betul-betul bisa masuk ke kantong-kantong budaya yang sejauh-jauhnya di masyarakat. Selama ini kita tidak pernah melihat dari bawah program-program kita," kata Wiendu usai membuka pembekalan calon penyuluh budaya non PNS di Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/11).

Penyuluh budaya di lapangan nanti akan ikut membangun kembali budaya dan karakter masyarakat yang telah lama terkikis oleh perkembangan zaman. Misalnya budaya membaca buku bagi anak-anak, kebiasaan mendongeng dari orang tua, hingga pelestarian cagar budaya. Mereka juga akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah di lokasi penempatan untuk berinteraksi dengan para siswa.

Untuk melakukan program ini selama satu tahun, dikucurkan dana sebesar Rp12 miliar. Dana tersebut diantaranya digunakan untuk pembekalan penyuluh, membayar insentif masing-masing penyuluh per bulan, dan fasilitas-fasilitas lain yang diperlukan seperti laptop, dana dukung program tergantung program apa yang akan dijalankan, hingga operasional sepeda motor untuk daerah-daerah tertentu yang jauh dari jangkauan.

100 penyuluh budaya non PNS ini akan ditempatkan di 33 provinsi. Di setiap provinsi akan ditugaskan 3 atau 4 penyuluh. Untuk lokasi penempatan penyuluh di setiap provinsi, akan dikoordinasikan dengan koordinator perekrutan dari setiap wilayah. Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Gatot Ghautama, bahwa 100 orang yang berasal dari 19 wilayah perekrutan ini mungkin ditempatkan di lokasi di luar wilayah asalnya. Para penyuluh akan dikontrak selama satu tahun. "Setiap provinsi ada 3 atau 4 penyuluh, kalau dari satu provinsi kelebihan penyuluh, maka akan ditempatkan di wilayah lain yang belum cukup penyuluhnya," kata Gatot.

Program penyuluh budaya non PNS baru pertama kali dilakukan. Sebelumnya, pamong budaya baru berasal dari kalangan pegawai negeri sipil. Program penyuluh budaya non PNS ini adalah salah satu cara mendorong inovasi masyarakat dalam bidang budaya yang berdedikasi bukan sebagai PNS.   

Penyuluh non PNS ini rencananya akan dilepas oleh Wakil Presiden Boediono pada 24 November 2012 di Monumen Nasional (Monas) bersamaan dengan pelaksanaan wayang summit. Akan turut hadir dalam acara tersebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh. (AR-JR)

Berita dan Opini Terkait Kurikulum 2013