Universitas Bengkulu Berharap Kuota Bidikmisi 2013 Ditambah

Selasa, 25/12/2012

Bengkulu---Bidikmisi adalah program pemerintah yang memberikan beasiswa pendidikan bagi calon mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang di kelola oleh universitas di seluruh Indonesia. Universitas Bengkulu (UNIB)  salah satu perguruan tinggi negeri di luar pulau jawa yang setiap tahun menerima mahasiswa bidikmisi. Pada tahun 2012 UNIB menerima program bidikmisi 325 orang, namun banyaknya calon mahasiswa yang mendaftar agar kuota penerima bidik misi untuk tahun 2013 di tambah sampai 500 mahasiswa agar tidak terulang seperti tahun 2011 di mana  jumlah yang mendaftar 700 mahasiswa namun kuota yang dapat di terima 325 mahasiswa sehingga harus memilih dan menolak lebih dari 50% calon mahasiswa yang mendaftar demikian dikatakan  Kepala Biro AAKPSI Universitas Bengkulu (UNIB), Proklampiati  di ruang kerjanya UNIB,  di Bengkulu (22/12) ketika menerima kunjungan tim portal Kemdikbud.

Lanjutnya, untuk memilih mereka yang mendaftar sesuai dengan kuota yang tersedia Proklampiati dengan berat hati dan rasa iba dan ini sangat sulit  bagi kami pengelola bidikmisi di UNIB untuk memutuskan siapa yang harus di terima, oleh karena itu dia berharap untuk tahun 2013 kuota itu dapat di tambah.  

Sementara itu, Kasubbag Kesmawa UNIB yang di serahi tugas sebagai pengelola bidikmisi Wuryanto menjelaskan bahwa Universitas Bengkulu  sampai saat ini sudah menerima 675 penerima bidikmisi sejak tahun 2010 sampai sekarang. Dengan rincian tahun 2010 menerima sebanyak 150 mahasiswa dan tahun 2011  sebanyak 200 mahasiswa. Sedangkan tahun 2012 meningkat menjadi 325 penerima bidik misi. “Wuryanto juga berharap agar di berikan penambahan untuk tahun 2013 kalau bisa menjadi 500 penerima bidik misi” imbuhnya.

Dari 675 penerima bidik misi di unib yang paling banyak adalah dari Fakultas FKIP (204 Mahasiswa), Fak. Pertanian (179), Fak ISIPOL(79), Fak MIPA (77), Fak Ekonomi (75), Fak Teknik (44), Fak Hukum (16) dan Program Studi Kedokteran (1 mahasiswa) dan masing-masing penerima bidikmisi menerima beasiswa biaya hidup Rp 600.000 per bulan dan biaya pendidikan sesuai Program studinya masing-masing.

Pengelola bidikmisi tiap akhir semester selalu memantau perkembangan seluruh  mahasiswa penerima bidikmisi melalui laporan hasil LHS tiap semester sehingga apabila diketahui ada yang memiliki IPK kurang dari 2,75 akan dipanggil dan diberi pengarahan serta motivasi melalui Bimbingan Konseling,” jelas Wur.

Demikian juga tiap akhir semester pengelola bidikmisi UNIB selalu berkoordinasi dengan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaa Ditjen Dikti, Kemdikbud Jakarta. Tiap setahun sekali Pusat mengundang pengelola bidikmisi ke Jakarta untuk melakukan verifikasi dan pemutakhiran data demikian dikatakan wuryanto. (EH/JS)

 

Berita dan Opini Terkait Kurikulum 2013