Perkuat Implementasi Kurikulum Merdeka, Kemendikbudristek Kolaborasi dengan Pemkab Ngawi  29 Juli 2022  ← Back

Ngawi, 28 Juli 2022 --- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terus berupaya mengatasi tantangan pembelajaran terutama yang diakibatkan pandemi Covid-19. Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi dalam pelaksanaan implementasi Kurikulum Merdeka.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo menekankan prinsip utama Kurikulum Merdeka yang selalu berorientasi pada murid dengan memprioritaskan tumbuh kembang anak secara utuh serta mementingkan pengembangan kompetensi dan karakter murid.

“Kurikulum Merdeka memudahkan dan mendorong guru untuk berorientasi pada murid, misalnya berfokus pada materi esensial, jadi materi tiap mata pelajaran lebih sedikit sehingga guru tidak perlu terburu-buru dalam mengajar. Guru bisa menggunakan metode yang lebih interaktif, lebih mendalam, dan lebih menyenangkan,” terang Anindito di Jakarta (28/7).

Senada dengan itu, Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP), BSKAP Kemendikbudristek, Irsyad Zamjani, menyampaikan bahwa Kurikulum Merdeka ini lebih sederhana materinya, fleksibel dalam penerapannya. “Selain itu, Kurikulum Merdeka menekankan pada pembelajaran projek, khususnya untuk menguatkan pendidikan karakter,” terang Irsyad saat melakukan audiensi dengan pemangku kepentingan pendidikan Kabupaten Ngawi di aula rumah dinas Bupati Ngawi, (20/7).

Lebih jauh Irsyad menjelaskan bahwa Kemendikbudristek belajar banyak dari pengalaman pandemi. Sekolah-sekolah yang diberi kesempatan menerapkan kurikulum darurat, yaitu Kurikulum 2013 yang disederhanakan, ternyata lebih berhasil mengurangi risiko kehilangan pembelajaran (learning loss). Hal ini menjadi landasan mengapa Kurikulum Merdeka dibuat lebih sederhana dan fleksibel.

Selanjutnya, Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menyambut baik implementasi Kurikulum Merdeka dan menyatakan dukungan bagi sekolah di Kabupaten Ngawi yang mengambil opsi untuk menerapkan Kurikulum Merdeka pada awal tahun ajaran 2022/2023.

Ony menyampaikan bahwa perubahan kurikulum disambut baik oleh para pendidik di Kabupaten Ngawi. “Guru-guru kami di sini terbiasa menghadapi perubahan dan sangat aktif untuk belajar,” ujar Ony.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Heru Kusnindar, menyatakan bahwa jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Ngawi mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Ngawi yang mulai diimplementasikan pada tahun ajaran baru ini.

“Kami menyambut baik upaya perubahan yang dilakukan oleh Kemendikbudristek melalui program Kurikulum Merdeka dalam upaya menjawab berbagai persoalan yang muncul saat ini. Pendidikan diharapkan dapat mewadahi minat dan bakat siswa, termasuk peluang-peluang pekerjaan baru,” ungkap Heru.  

Saat sesi diskusi, para guru yang sekolahnya menerapkan Kurikulum Merdeka terlihat sangat antusias. “Selama beberapa hari ini, selain melakukan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, kami juga mulai melakukan asesmen awal pembelajaran. Hasilnya akan kami manfaatkan untuk memberikan pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa,” ujar guru kelas 1 SDN Margomulyo 1, Kabupaten Ngawi, Takiyatul Amini.

Lebih lanjut, peran pengawas sekolah juga sangat penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka ini. Salah satu pengawas SD di Kabupaten Ngawi, Siti Amsiah, menuturkan bahwa para pengawas berupaya mempelajari Kurikulum Merdeka melalui berbagai sumber seperti webinar serta kemudian mendorong pemahaman sekolah melalui berbagai diskusi.

“Kami berkolaborasi dengan guru dan kepala sekolah yang tergabung dalam komunitas penggerak, guru penggerak, dan kepala sekolah penggerak sebagai tutor dalam berbagai diskusi. Kami mengadakan forum diskusi berulang kali,” ujarnya.

“Sebagai kebijakan nasional, penerapan kurikulum memerlukan dukungan berbagai pihak di daerah. Para pemangku kepentingan perlu bahu-membahu mewujudkan visi dari kurikulum ini, yaitu meningkatkan dan memeratakan mutu pendidikan,” pungkas Irsyad.







Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#MerdekaBelajar
#KurikulumMerdeka
#PlatformMerdekaMengajar
Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 451/sipers/A6/VII/2022

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 450 kali